Cara Gattuso membuat Dampak Tidak Terduga di Lazio
Berita Liga Italia: Lazio baru saja menorehkan kemenangan sangat impresif 3-0 atas tuan rumah Juventus pada Minggu malam lalu dan merupakan sebuah penampilan impresif dari tim besutan Gennaro Gattuso. Sebelum laga tersebut banyak yang meragukan tim ibukota tersebut apakah start luar biasa mereka hanya sebuah kebetulan semata atau memang sebagus itu kualitas mereka. Namun kemenangan di Turin memberikan validasi dan mereka layak menerimanya. Bagaimana pelatih asal Calabria tersebut bisa membuat dampak yang terduga di klubnya tersebut?
Gennaro Gattuso datang ke Lazio dengan kondisi yang kurang lebih sama seperti musim lalu dan sebelumnya. Di era Maurizio Sarri musim lalu mereka terpaksa menjual pemain untuk menaikkan likuiditas. Larangan transfer di musim 2025 juga mereka alami, masalah keuangan juga tidak berkesudahan, dan Dan menjadi jelas bahwa sikap acuh tak acuh Claudio Lotito terhadap berbagai urusan klub pun kian meningkat.
Seiring berjalannya waktu, terjadi pengikisan identitas yang nyata dibandingkan era Simone Inzaghi. Meski Sarri diharapkan mampu menghadirkan identitas baru, kekacauan di luar lapangan justru menggagalkan upaya tersebut sepenuhnya. Faktanya, intervensi pihak luar dalam urusan transfer-lah yang memicu kepergian Sarri pada periode pertamanya; ia bahkan secara terbuka mengungkapkan masalah internal klub setelah penjualan Taty Castellanos.
Saat Gattuso datang, hampir tidak ada harapan akan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Klub sempat dikaitkan dengan wacana penjualan, sementara para penggemar terus-menerus melayangkan protes terhadap Lotito menjelang akhir musim lalu. Meski Lotito bersikap seolah tidak peduli dan justru melawan balik, tindakan tersebut justru semakin memperlebar jarak antara klub dan para penggemarnya.
Mantan gelandang itu sendiri membawa beban kekecewaan di masa lalunya. Ia dipecat setelah kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia, dan reputasinya saat itu sedang berada di titik terendah. Bahkan, penunjukannya sempat dipandang sinis oleh banyak pihak dan dianggap sebagai pertanda merosotnya pamor Lazio di kancah global.
Namun, Gattuso berhasil membuktikan bahwa anggapan tersebut keliru. Ia merancang sistem permainan yang cocok bagi seluruh anggota tim. Kebangkitan performa Davide Frattesi menjadi contoh terbaik; sang gelandang mampu beradaptasi dengan mulus dan bermain sesuai dengan kelebihan yang dimilikinya, yang pada akhirnya memungkinkannya untuk mencetak gol secara rutin.
Kenneth Taylor menaklukkan perannya sebagai gelandang box-to-box sedangkan Nuno Tavares bisa kembali bangkit sedangkan Gustav Isaksen lebih leluasa untuk membantu serangan saat ia menerima bola dan itu juga mengeluarkan kekuatan terbesarnya.
Pelatih 48 tahun itu mencapai semua ini tanpa banyak kerumitan. Sistem yang ia terapkan mengandalkan blok pertahanan menengah yang kokoh dan cenderung pragmatis agar sesuai dengan karakteristik para pemainnya. Dalam banyak hal, ini merupakan kebangkitan karier yang sekaligus mencerminkan sosoknya. Ia telah berulang kali membahas hal ini dalam berbagai konferensi pers, bahkan menegaskan beberapa minggu lalu bahwa pencapaiannya di level klub sudah cukup untuk mendapatkan rasa hormat. Ia terus menekankan pendekatan yang mengutamakan aspek kemanusiaan, dengan mengibaratkan tim layaknya sebuah keluarga—meskipun bursa transfer sebenarnya bisa berjalan jauh lebih baik.
Ia telah berjuang keras untuk sampai di titik ini, dan kemenangan atas Juve akan terus dikenang sepanjang masa, terlepas dari apakah Biancocelesti nantinya berhasil finis di zona Liga Champions atau tidak. Namun, jika melihat segala situasi yang terjadi di dalam klub, kondisi The Aquile sebenarnya bisa saja jauh lebih buruk. Hal yang sama juga berlaku bagi Gattuso; situasi ini menciptakan perpaduan yang sempurna bagi kedua belah pihak.
Published by beritautama.info at https://beritautama.info/bola/cara-gennaro-gattuso-buat-dampak-tidak-terduga-di-lazio










