Joao Fonseca Ingat Masa Sulit Usai Petik Kemenangan Emosional Di Davis Cup
Berita Tenis: Joao Fonseca tidak kuasa menahan air mata usai meraih kemenangan di Davis Cup melawan petenis berkebangsaan Swiss, Dominic Stricker di Rio de Janeiro.
Petenis berusia 20 tahun sebelumnya sempat mundur dari US Open akibat cedera perut, cedera yang bertambah parah saat ia mengalahkan petenis berkebangsaan Belanda, Botic van de Zandschulp di laga pembuka Cincinnati Open.
Petenis berkebangsaan Brazil tampak tidak sepenuhnya nyaman saat melakoni laga nomor tunggal melawan petenis peringkat 263 dunia, Stricker di kandang sendiri, di mana ia harus kehilangan set pertama dengan 6-4.
Namun, petenis yang melenggang ke perempatfinal French Open musim 2026 bangkit dan meraih kemenangan 4-6, 6-3, 6-2. Ia pun langsung diliputi emosi hingga air mata mengalir.
Di media sosial, muncul spekulasi bahwa reaksi emosionalnya dipicu oleh besarnya ekspektasi yang dibebankan rakyat Brasil kepadanya, sementara sang petenis sendiri berbicara mengenai betapa “sulitnya” musim 2026 baginya.
Usai pertandingan, Fonseca mengatakan kepada para wartawan, “Musim ini cukup berat. Saya mengalami masalah kurangnya kepercayaan diri dan beberapa cedera.”
“Saya datang ke sini tidak dalam kondisi 100 persen, bahkan saya tidak bisa menjamin apakah saya bisa bermain, namun momen ini — bermain di Davis Cup demi Brazil — sangat berarti bagi saya. Saya telah memberikan yang terbaik dan ini adalah kemenangan yang sangat penting bagi saya maupun tim.”
Petenis berkebangsaan Brazil memenangkan gelar turnamen ATP untuk kali pertama dalam kariernya di Buenos Aires musim 2025 ketika ia berusia 18 tahun, sebelum ia memenangkan gelar di Basel akhir musim tersebut.
Di French Open musim ini, ia bangkit setelah kecolongan dua set pertama demi menaklukkan petenis berkebangsaan Serbia, Novak Djokovic, tetapi tampaknya ia merasa lebih emosional untuk kemenangan di Davis Cup dibandingkan pencapaian-pencapaian tersebut.
“Tidak diragukan lagi, kemenangan ini dapat memberikan saya banyak kepercayaan diri, sekaligus kedewasaan. Bukan hanya untuk sisa musim ini, tetapi juga untuk sisa karier saya,” tambah Fonseca.
Brazil mengantongi keunggulan 2-0 menjelang pertandingan hari kedua setelah petenis peringkat 123 dunia, Gustavo Heide menang tiga set atas petenis veteran Swiss, Stan Wawrinka.
Fonseca tentu berharap bisa terhindar dari cedera dan segera kembali ke performa terbaiknya. Ia sempat digadang-gadang sebagai bintang besar berikutnya setelah Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz, tetapi musim ini, petenis seperti Learner Tien dan Rafael Jodar (keduanya berusia 20 tahun) telah melampaui posisinya dalam peringkat.
Namun, mereka relatif bebas dari cedera, sedangkan Fonseca tidak demikian. Jika ia bisa tetap bugar, ia bisa menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.
Artikel Tag: stan wawrinka, davis cup, dominic stricker, joao fonseca
Published by beritautama.info at https://beritautama.info/tenis/joao-fonseca-kenang-masa-sulit-usai-petik-kemenangan-emosional-di-davis-cup










