Lamine Yamal Kenang Momen Buruk di Stadion Santiago Bernabeu
Berita Liga Spanyol: Lamine Yamal yang baru berusia 17 tahun ketika ia menjadi sasaran tindakan rasis oleh para penggemar di Stadion Santiago Bernabeu milik Real Madrid. Saat merayakan gol dalam laga El Clásico bersama rekan setimnya, Raphinha, rekaman video memperlihatkan para penggemar meneriakkan berbagai hinaan yang sangat menjijikkan.
Hinaan-hinaan itu antara lain: “orang kulit hitam sialan,” “orang Moor sialan,” dan “MENA brengsek”—di mana MENA merupakan singkatan dari *menor extranjero no acompañado*, atau dalam bahasa Inggris berarti “anak di bawah umur asing tanpa pendamping.”
Baru-baru ini, Lamine Yamal ditanya oleh Jorge Valdano—legenda Real Madrid yang kini memandu acara TV *Universo Valdano*—apakah ia pernah menghadapi rasisme secara langsung. Yamal menjawab, “Ya, sudah ribuan kali.”
Pertama, sang pemain menjelaskan bahwa banyak orang bersikap “rasis secara tidak langsung terhadapmu, meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya.”
“Ada begitu banyak komentar dan tatapan—begitu banyak kejadian—yang bersifat rasis, namun mereka bahkan tidak menyadarinya. Saya juga sudah sampai pada titik di mana—bukan berarti saya menerimanya, karena kita tidak bisa menerima sesuatu yang salah—hal itu tidak lagi mengganggu saya.”
Saat itulah Yamal menyinggung hinaan yang ia terima di Bernabéu. Video insiden tersebut sempat viral, sebagian karena Yamal tidak bereaksi terhadap caci maki yang ditujukan kepadanya.
“Ada video terkenal dari Bernabéu di mana orang-orang meneriakkan berbagai hal kepada Raphinha dan saya, dan semua orang terkejut dengan reaksi saya,” ujarnya.
“Pada akhirnya, sebutan ‘Kulit Hitam’ yang ditujukan kepada saya sama sekali tidak mengganggu saya—saya memang berkulit hitam. Saya bukan berkulit warna lain. Soal apakah tindakan mereka itu benar atau salah—terutama jika diucapkan dengan maksud menghina saya—itu persoalan lain. Hal itu memang salah, tetapi yang tidak akan saya lakukan—saat saya sedang bertanding di hadapan penonton yang telah membayar untuk melihat saya—adalah marah karena ulah seseorang yang tidak menghormati saya.”
Artikel Tag: barcelona, santiago bernabeu, lamine yamal
Published by beritautama.info at https://beritautama.info/bola/lamine-yamal-kenang-momen-buruk-di-stadion-santiago-bernabeu










